roger-cepek
19-11-2007, 16:56
http://img57.imageshack.us/img57/6554/rogerarmy1mn1.jpg (http://mtbroger.multiply.com)
http://img408.imageshack.us/img408/2847/turunanasikrusaktg4cm8.jpg (http://imageshack.us)
PALASARI 18 NOVEMBER 2007
Pernah nonton film Band of Brothers? Tentu masih ingat episode Bastogne, hutan pinus bersalju dengan lubang perlindungan di mana-mana dan pemboman serta rentetan tembakan tiada henti. Nah, itulah yang saya temui di hutan pinus Gunung Palasari, Bandung utara. Hanya saja tidak ada pemboman dan tidak ada salju. Tapi selain itu suasananya mirip sekali. Lubang-lubang perlindungan bertebaran diantara pepohonan pinus dengan di dalamnya tentara berhelm memegang senapan mesin, serta diselingi rentetan tembakan yang menegangkan.
Itulah oleh-oleh yang didapat dari rihlah bersepeda Ahad, 18 Nopember 2007 kemarin. Trip yang sebetulnya tidak direncanakan, karena sehari sebelumnya energi saya sudah dihabiskan untuk bersepeda dan main airsoft gun di Oray Tapa. Tapi mendapat ajakan dari Kang Aris Roger Bagen untuk gowes bareng Terjal dan Roger Bagen di trek Palasari 2, mana tahaan... Alhamdulillah, istri mengijinkan dengan kompensasi akhir pekan depan selama 2 hari saya harus bersama keluarga di rumah. Oke deh, cukup adil.
http://img517.imageshack.us/img517/8813/bungamtberlb5au8.jpg (http://imageshack.us)
Seperti biasa, saya gowes sendiri dari rumah. Mencoba mengejar barudak Terjal yang berangkat seperempat jam sebelumnya, tapi ampyuun... barudak Terjal mana bisa dikejar... Setelah dua jam gowes di jalan aspal menanjak tanpa teman, saya mulai memasuki kawasan hutan pinus dengan jalan berbatu beberapa kilo dari desa Palintang. Panas sekali, asam laktat pun sudah menggelayuti kaki membuat saya harus menepi mencari tempat teduh. Tiba-tiba muncul truk kuning dan pickup yang membawa rombongan Bekasi. Alhamdulillah, tanpa malu-malu saya pun dievakuasi ke atas pickup hingga ke Palintang.
Setelah mengisi perut dengan nasi merah yang masih panas berasap, plus tahu, tempe, ikan asin dan sambal, rombongan yang berjumlah 30-an orang mulai merayap naik di jalan berbatu menyusuri punggungan bukit. Penderitaan berakhir begitu memasuki hutan pinus. Trek downhill di hutan pinus yang sangat lebat membayar semua lelah, luar biasa memacu adrenalin. Nah, di sinilah kami menjumpai para serdadu yang sedang latihan tadi. Rentetan tembakan memekakkan telinga membuat kami harus segera mengakhiri istiahat dan sholat dhuhur, khawatir terkena peluru nyasar. Di tengah hutan pinus ini ada satu turunan asik, yang sayang kondisinya sudah agak rusak (sepertinya bekas digilas ban motor kros...). Beberapa peserta terjungkal, terutama yang ragu dan bermain rem di tengah turunan ini. Menjelang akhir pinus kembali kami menjumpai sepasukan tentara. Mungkin sekitar satu peleton (30-an orang) bersenjata M-16. Untungnya mereka ramah-ramah. Sayangnya saya tidak sempat mengambil gambar para serdadu ini, khawatir dilarang dan kameranya malah disita.
http://img402.imageshack.us/img402/3791/25memandangalamzs3.jpg (http://imageshack.us)
Keluar dari pinus kami kembali disuguhi jalan berbatu dan menanjak. Meski kemiringannya tidak terlalu curam namun jaraknya cukup jauh dan menguras tenaga. Akhirnya rombongan kembali masuk single track, namun membelah kebun, tidak lagi di hutan. Sampai bertemu jalan aspal trek nyaris seluruhnya turunan, sehingga tidak perlu banyak digowes dan rata-rata sepeda meluncur dengan kecepatan tinggi. Meliuk-liuk diantara pematang dan kebun dengan kecepatan tinggi betul-betul sangat mendebarkan. Hasilnya, beberapa sepeda terjungkal, 2 sepeda patah RD-nya, dan 2 sepeda lagi pecah ban dalam.
Alhamdulillah, jam 3 sore saya tiba kembali di rumah dengan selamat.
berdasarkan report:
kang Bayu Wahyudi
http://bayuwahyudi.multiply.com/journal/item/14?mark_read=bayuwahyudi:journal:14&goto=0#reply0
http://img408.imageshack.us/img408/2847/turunanasikrusaktg4cm8.jpg (http://imageshack.us)
PALASARI 18 NOVEMBER 2007
Pernah nonton film Band of Brothers? Tentu masih ingat episode Bastogne, hutan pinus bersalju dengan lubang perlindungan di mana-mana dan pemboman serta rentetan tembakan tiada henti. Nah, itulah yang saya temui di hutan pinus Gunung Palasari, Bandung utara. Hanya saja tidak ada pemboman dan tidak ada salju. Tapi selain itu suasananya mirip sekali. Lubang-lubang perlindungan bertebaran diantara pepohonan pinus dengan di dalamnya tentara berhelm memegang senapan mesin, serta diselingi rentetan tembakan yang menegangkan.
Itulah oleh-oleh yang didapat dari rihlah bersepeda Ahad, 18 Nopember 2007 kemarin. Trip yang sebetulnya tidak direncanakan, karena sehari sebelumnya energi saya sudah dihabiskan untuk bersepeda dan main airsoft gun di Oray Tapa. Tapi mendapat ajakan dari Kang Aris Roger Bagen untuk gowes bareng Terjal dan Roger Bagen di trek Palasari 2, mana tahaan... Alhamdulillah, istri mengijinkan dengan kompensasi akhir pekan depan selama 2 hari saya harus bersama keluarga di rumah. Oke deh, cukup adil.
http://img517.imageshack.us/img517/8813/bungamtberlb5au8.jpg (http://imageshack.us)
Seperti biasa, saya gowes sendiri dari rumah. Mencoba mengejar barudak Terjal yang berangkat seperempat jam sebelumnya, tapi ampyuun... barudak Terjal mana bisa dikejar... Setelah dua jam gowes di jalan aspal menanjak tanpa teman, saya mulai memasuki kawasan hutan pinus dengan jalan berbatu beberapa kilo dari desa Palintang. Panas sekali, asam laktat pun sudah menggelayuti kaki membuat saya harus menepi mencari tempat teduh. Tiba-tiba muncul truk kuning dan pickup yang membawa rombongan Bekasi. Alhamdulillah, tanpa malu-malu saya pun dievakuasi ke atas pickup hingga ke Palintang.
Setelah mengisi perut dengan nasi merah yang masih panas berasap, plus tahu, tempe, ikan asin dan sambal, rombongan yang berjumlah 30-an orang mulai merayap naik di jalan berbatu menyusuri punggungan bukit. Penderitaan berakhir begitu memasuki hutan pinus. Trek downhill di hutan pinus yang sangat lebat membayar semua lelah, luar biasa memacu adrenalin. Nah, di sinilah kami menjumpai para serdadu yang sedang latihan tadi. Rentetan tembakan memekakkan telinga membuat kami harus segera mengakhiri istiahat dan sholat dhuhur, khawatir terkena peluru nyasar. Di tengah hutan pinus ini ada satu turunan asik, yang sayang kondisinya sudah agak rusak (sepertinya bekas digilas ban motor kros...). Beberapa peserta terjungkal, terutama yang ragu dan bermain rem di tengah turunan ini. Menjelang akhir pinus kembali kami menjumpai sepasukan tentara. Mungkin sekitar satu peleton (30-an orang) bersenjata M-16. Untungnya mereka ramah-ramah. Sayangnya saya tidak sempat mengambil gambar para serdadu ini, khawatir dilarang dan kameranya malah disita.
http://img402.imageshack.us/img402/3791/25memandangalamzs3.jpg (http://imageshack.us)
Keluar dari pinus kami kembali disuguhi jalan berbatu dan menanjak. Meski kemiringannya tidak terlalu curam namun jaraknya cukup jauh dan menguras tenaga. Akhirnya rombongan kembali masuk single track, namun membelah kebun, tidak lagi di hutan. Sampai bertemu jalan aspal trek nyaris seluruhnya turunan, sehingga tidak perlu banyak digowes dan rata-rata sepeda meluncur dengan kecepatan tinggi. Meliuk-liuk diantara pematang dan kebun dengan kecepatan tinggi betul-betul sangat mendebarkan. Hasilnya, beberapa sepeda terjungkal, 2 sepeda patah RD-nya, dan 2 sepeda lagi pecah ban dalam.
Alhamdulillah, jam 3 sore saya tiba kembali di rumah dengan selamat.
berdasarkan report:
kang Bayu Wahyudi
http://bayuwahyudi.multiply.com/journal/item/14?mark_read=bayuwahyudi:journal:14&goto=0#reply0