iwaxx
01-03-2009, 12:04
http://www.uci.ch/Modules/ENews/getENewsPicture.asp?PictureType=Picture&ENewsId=6226
http://www.uci.ch/Modules/ENews/ENewsDetails.asp?id=NjIyNg&MenuId=MTYxNw&BackLink=%2FTemplates%2FUCI%2FUCI5%2Flayout.asp%3F MenuID%3DMTYxNw
Pembalap sepeda Indonesia, Samai hari Kamis (12/2) menjuarai tahap keempat Tour de Langkawi, mengakhiri kemenangan tiga tahap beruntun Mattia Gavazzi.
"Saya tidak pernah berfikir bahwa hari ini merupakan hari terbaik bagi saya di Tour de Langkawi," kata Samai, dari Tim Balap Sepeda Le Tua.
"Saya benar-benar bangga karena saya hanya berlatih selama sebulan bersama Le Tua di Malaysia. Kemenangan ini membuktikan bahwa saya kini merupakan pembalap terbaik di Asia."
Gavazzi, yang gemilang di tiga tahap pertama di event tujuh haqri tersebut, mengalami kesulitan di tahap terpanjang event tersebut, yang dimulai di kota wisata, Malaka di pantai barat Malaysia.
"Rute hari ini benar-benar sulit dan saya mengalami kesulitan mekanik. Jeruji-jeruji sepeda saya patah-patah dan saya harus mengganti sepeda saya. Ban sepeda saya hari ini juga mengalami kebocoran," katanya setelah balapan 221km tersebut.
Hari Jumat para pembalap akan mejalali balapan di daerah perbukitan, dengan rute dari daerah pinggiran Kuala Lumpur ke Tanah genting, suatu daerah perjudian di daerah perbukitan.
Pada akhir event tersebut, 20 tim yang ambil bagian dalam balapan tersebut akan mejelajahi jarak sejauh 1.031,7Km dan melalui tujuh negara bagian.
another photo by Velonews:
http://www.velonews.com/files/images/stage4.jpg
Sumber:
- http://sports.roll.co.id/n-others/8-others/6776-____balap-sepeda---pembalap-indonesia,-samai,-juarai-tahap-ketiga-tour-de-langkawi____.html
- http://www.velonews.com/article/87612
Berita lain seputar atlet balap sepeda Indonesia.....dari LTdL
Tonton Susanto Pensiun dari LTdL
SETELAH sebelas tahun mengikuti Le Tour de Langkawi, akhirnya Tonton Susanto memutuskan untuk mengakhiri kariernya pada ajang balap sepeda paling bergengsi di Asia itu. Keputusan tersebut diambil saat dirinya mencapai puncak prestasi di ajang LTdL.
Tahun ini, Tonton meraih gelar juara kategori Asia untuk ketiga kalinya, setelah menjadi pembalap Asia pertama yang finis di etape kelima, Petaling Jaya-Genting Highlands. Ia pun menjadi satu-satunya pembalap Asia yang masuk jajaran "10 Besar" kategori umum, tepatnya di peringkat ketujuh.
Tonton pertama kali merebut gelar juara kategori Asia LTdL pada 1998. Empat tahun kemudian, ia mengulang kesuksesan tersebut, sekaligus menempatkan dirinya pada peringkat kesembilan. Tahun ini, ia mencatat prestasi terbaiknya di LTdL, di tengah persaingan pembalap Asia yang kian memanas.
Walaupun tahun lalu ia gagal merebut gelar juara kategori Asia, sejumlah pembalap seperti Sinichi Fukushima asal Jepang, telah meramalkan kesuksesan Tonton tahun ini. Mereka menilai, kegagalan Tonton tahun lalu karena tidak adanya Genting Highlands dalam rute balapan.
Ramalan pembalap Jepang tersebut menjadi kenyataan. Dengan menaklukkan Genting Highlands yang memang menjadi andalan, penantian Tonton selama tujuh tahun untuk kembali duduk di takhta juara kategori Asia akhirnya terjawab.
"Alhamdulillah, tahun ini saya bisa kembali menjadi juara Asia. Ini akan menjadi Tour de Langkawi terakhir saya. Saya memutuskan untuk berhenti di puncak agar keikutsertaan saya di LTdL bisa dikenang dengan manis dan menjadi sejarah," ujar Tonton, setelah menaiki podium untuk menerima kaus biru di Lapangan Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (15/2).
Namun, Tonton memastikan, kariernya di dunia balap sepeda belum akan berhenti. Ia masih akan mengayuh sepedanya, baik di ajang lomba maupun sekadar untuk menjaga kesehatan. Dalam waktu dekat ini, ia masih akan terlibat dalam ajang balapan, untuk mempertahankan gelarnya di Jelajah Malaysia.
"April ini saya masih akan membalap untuk LeTua di Jelajah Malaysia. Tahun lalu, saya menjadi juara umum dan saya ingin mempertahankannya. Kalaupun hasil yang saya raih tidak sebaik tahun lalu, minimal tidak terlalu jauh menurun," ujar pembalap yang tahun ini akan menginjak usia 36 tahun itu.
Pembalap kelahiran 24 September itu memang masih menyimpan segudang ambisi. Pada usianya yang terbilang sudah cukup tua untuk menjadi seorang atlet, ia masih menyimpan energi dan keinginan kuat untuk terus menambah deretan prestasinya.
"Selama masih ada tim yang masih memerlukan tenaga saya, saya masih akan terus berlomba. Ibaratnya balap sepeda itu sudah menjadi dunia saya dan hidup saya. Dari balap sepeda juga saya menghidupi keluarga saya," ujar ayah dari satu orang anak bernama Nayyara Laisa Putri itu.
Target pertama tahun ini sudah tercapai. Jelajah Malaysia menjadi bidikan Tonton selanjutnya. Akankan ia berhasil mempertahankan gelar juara umumnya April nanti? (Rika Rachmawati/"PR", dari Malaysia)***
Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=59442
http://www.uci.ch/Modules/ENews/ENewsDetails.asp?id=NjIyNg&MenuId=MTYxNw&BackLink=%2FTemplates%2FUCI%2FUCI5%2Flayout.asp%3F MenuID%3DMTYxNw
Pembalap sepeda Indonesia, Samai hari Kamis (12/2) menjuarai tahap keempat Tour de Langkawi, mengakhiri kemenangan tiga tahap beruntun Mattia Gavazzi.
"Saya tidak pernah berfikir bahwa hari ini merupakan hari terbaik bagi saya di Tour de Langkawi," kata Samai, dari Tim Balap Sepeda Le Tua.
"Saya benar-benar bangga karena saya hanya berlatih selama sebulan bersama Le Tua di Malaysia. Kemenangan ini membuktikan bahwa saya kini merupakan pembalap terbaik di Asia."
Gavazzi, yang gemilang di tiga tahap pertama di event tujuh haqri tersebut, mengalami kesulitan di tahap terpanjang event tersebut, yang dimulai di kota wisata, Malaka di pantai barat Malaysia.
"Rute hari ini benar-benar sulit dan saya mengalami kesulitan mekanik. Jeruji-jeruji sepeda saya patah-patah dan saya harus mengganti sepeda saya. Ban sepeda saya hari ini juga mengalami kebocoran," katanya setelah balapan 221km tersebut.
Hari Jumat para pembalap akan mejalali balapan di daerah perbukitan, dengan rute dari daerah pinggiran Kuala Lumpur ke Tanah genting, suatu daerah perjudian di daerah perbukitan.
Pada akhir event tersebut, 20 tim yang ambil bagian dalam balapan tersebut akan mejelajahi jarak sejauh 1.031,7Km dan melalui tujuh negara bagian.
another photo by Velonews:
http://www.velonews.com/files/images/stage4.jpg
Sumber:
- http://sports.roll.co.id/n-others/8-others/6776-____balap-sepeda---pembalap-indonesia,-samai,-juarai-tahap-ketiga-tour-de-langkawi____.html
- http://www.velonews.com/article/87612
Berita lain seputar atlet balap sepeda Indonesia.....dari LTdL
Tonton Susanto Pensiun dari LTdL
SETELAH sebelas tahun mengikuti Le Tour de Langkawi, akhirnya Tonton Susanto memutuskan untuk mengakhiri kariernya pada ajang balap sepeda paling bergengsi di Asia itu. Keputusan tersebut diambil saat dirinya mencapai puncak prestasi di ajang LTdL.
Tahun ini, Tonton meraih gelar juara kategori Asia untuk ketiga kalinya, setelah menjadi pembalap Asia pertama yang finis di etape kelima, Petaling Jaya-Genting Highlands. Ia pun menjadi satu-satunya pembalap Asia yang masuk jajaran "10 Besar" kategori umum, tepatnya di peringkat ketujuh.
Tonton pertama kali merebut gelar juara kategori Asia LTdL pada 1998. Empat tahun kemudian, ia mengulang kesuksesan tersebut, sekaligus menempatkan dirinya pada peringkat kesembilan. Tahun ini, ia mencatat prestasi terbaiknya di LTdL, di tengah persaingan pembalap Asia yang kian memanas.
Walaupun tahun lalu ia gagal merebut gelar juara kategori Asia, sejumlah pembalap seperti Sinichi Fukushima asal Jepang, telah meramalkan kesuksesan Tonton tahun ini. Mereka menilai, kegagalan Tonton tahun lalu karena tidak adanya Genting Highlands dalam rute balapan.
Ramalan pembalap Jepang tersebut menjadi kenyataan. Dengan menaklukkan Genting Highlands yang memang menjadi andalan, penantian Tonton selama tujuh tahun untuk kembali duduk di takhta juara kategori Asia akhirnya terjawab.
"Alhamdulillah, tahun ini saya bisa kembali menjadi juara Asia. Ini akan menjadi Tour de Langkawi terakhir saya. Saya memutuskan untuk berhenti di puncak agar keikutsertaan saya di LTdL bisa dikenang dengan manis dan menjadi sejarah," ujar Tonton, setelah menaiki podium untuk menerima kaus biru di Lapangan Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (15/2).
Namun, Tonton memastikan, kariernya di dunia balap sepeda belum akan berhenti. Ia masih akan mengayuh sepedanya, baik di ajang lomba maupun sekadar untuk menjaga kesehatan. Dalam waktu dekat ini, ia masih akan terlibat dalam ajang balapan, untuk mempertahankan gelarnya di Jelajah Malaysia.
"April ini saya masih akan membalap untuk LeTua di Jelajah Malaysia. Tahun lalu, saya menjadi juara umum dan saya ingin mempertahankannya. Kalaupun hasil yang saya raih tidak sebaik tahun lalu, minimal tidak terlalu jauh menurun," ujar pembalap yang tahun ini akan menginjak usia 36 tahun itu.
Pembalap kelahiran 24 September itu memang masih menyimpan segudang ambisi. Pada usianya yang terbilang sudah cukup tua untuk menjadi seorang atlet, ia masih menyimpan energi dan keinginan kuat untuk terus menambah deretan prestasinya.
"Selama masih ada tim yang masih memerlukan tenaga saya, saya masih akan terus berlomba. Ibaratnya balap sepeda itu sudah menjadi dunia saya dan hidup saya. Dari balap sepeda juga saya menghidupi keluarga saya," ujar ayah dari satu orang anak bernama Nayyara Laisa Putri itu.
Target pertama tahun ini sudah tercapai. Jelajah Malaysia menjadi bidikan Tonton selanjutnya. Akankan ia berhasil mempertahankan gelar juara umumnya April nanti? (Rika Rachmawati/"PR", dari Malaysia)***
Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=59442