PDA

View Full Version : Bambang "Paimo" Hertadi Mas di KickAndy



rizzurant
28-01-2009, 17:48
KISAH PARA PENJELAJAH

Inilah kisah petualangan yang bisa membuat orang berdecak kagum, hampir tak percaya dan penasaran. Kok bisa, bagaimana caranya dan buat apa? Bambang Hertadi Mas, Herman Wenas, Fazham Fadlil dan Jeffrey Polnaja adalah para penjelajah bumi dengan caranya masing-masing.

Metro TV
Jumat, 30 Januari 2009 21:30 WIB

Link
http://kickandy.com/?ar_id=MTQwMw==&screen=1
http://www.indobackpacker.com/milisarchive/?p=972

=D> =D>

devin
29-01-2009, 01:02
Mereka adalah orang-orang super yang sangat saya kagumi dan semoga ke "super" an mereka bisa menular kepada generasi penerus dibawah mereka .

sir sigit
29-01-2009, 07:20
Mas bambang 'paimo' Inspirasi buat para biker pecinta long distance..

sribani
29-01-2009, 16:07
mantep bener nih orang2...

miKmiK
29-01-2009, 16:39
klu gak salah om "paimo" pernah maen2 ke tokonya om mahameru, JBC yg dimalang...

andhikul
29-01-2009, 16:51
keren nih mas paimo =D> =D> :tu:

biker Republik
29-01-2009, 17:07
om Paimo semangatmu buat kita2 menjadi lebih cinta berpetualang....!!!

sir sigit
30-01-2009, 07:42
klu gak salah om "paimo" pernah maen2 ke tokonya om mahameru, JBC yg dimalang...

kalau gak salah om paimo memang lahir di malang

lightning
31-01-2009, 06:53
kalo baca petuwalangannya..bikin keringat dingin :sweat:, salute buwat Om Paimo :tu:

buckaroo
31-01-2009, 15:01
baru tadi malam nonton (recorded)bener-bener hebat,sangat layak jadi sumber inspirasi dan motivasi :tu:,ngiri juga liat CD yang bakal dibagikan soalnya cuma 100 keping,ada yang tau dimana bisa dapatkan CD-nya mas paimo?...eh sepeda yang dipakai merek apa yah?

adliarbi
31-01-2009, 18:11
eh sepeda yang dipakai merek apa yah?

Kayaknya FEDERAL dan saya yakin itu...Gila ya..emang tahan banting itu Sepeda

Iya mau donk VCD-nya sangat memotivasi dan tergugah saya melihat acara tersebut mantap..

ronald_delgeano
31-01-2009, 18:18
Kita blm apa-apa dibanding beliau & istrinya yah... sampe pernah kencing & bab darah,, gak bisa bayangin,, tob markotob deh

yoyoku
31-01-2009, 20:56
Salut sesalut-salutnya kepada para petualang. :maaf: :maaf:

becakarema
31-01-2009, 21:11
om paimo emang dari malang tapi tinggal di bandung kalo nggak salah ya sekarang, sepedanya federal, pernah muncul di national geographic tahun lalu om paimo itu ikut rombongannya sepeda global warming jkt-bali tapi sebagai peserta paling nggak ngetop harus tenteng tasnya sendiri ;D, kalo sepeda sih buat touring jauh nggak perlu canggih yang penting cukup nyaman, gampang diperbaiki, ama nggak mengundang kejahatan kan nggak buat racing nggak perlu buru-buru, pernah liat sepeda giant bule servis di rodalink wah catnya aja bisa 10 warna tambal sulam, cuman di headtube aja ada mereknya, itupun model jadul bgt, tubingnya banyak penyok, ada tempat panier, tapi udah sampe india segala tuh sepeda

miKmiK
01-02-2009, 15:20
klu gak federal yg tipe mt. everest sepedanya.

nih ada gambarnya...(frame only)

http://img291.imageshack.us/my.php?image=federalmteverestej1.jpg

miKmiK
01-02-2009, 15:24
http://img291.imageshack.us/img291/9096/federalmteverestej1.jpg

Gers
01-02-2009, 16:07
SETAHUN lalu, tepatnya pada bulan Juni, ia menjelajahi pantai barat Semenanjung Malaysia, lalu menembus ke wilayah Thailand. Bambang Hertadi Mas (46), sosok itu, bukanlah jenis penjelajah backpacking, yang naik turun kendaraan umum dengan ransel bertengger di punggung. Ia pesepeda, atau cyclist, asal Bandung . Perjalanan panjang sejauh 2.100 kilometer itu ia tempuh dalam waktu tiga minggu.

Pada Senin (12/7) sekitar pukul 17.00 ini, ia kembali akan memulai kegiatan bersepeda jauh. Kali ini ia membidik Eropa Tengah, dalam suatu rangkaian perjalanan yang ia namai “Transylvania-Alps Cycling Trip 2004″. Kalau pada perjalanan setahun lalu ia pergi bersama seorang rekan sesama pesepeda, Benny Yahya Permana (52), sekarang ia pergi seorang diri. Judul di atas diambil dari penutup salah satu surat elektroniknya kepada Pembaruan. Ia, di kalangan para penjelajah alam di Indonesia, selama ini memang lebih dikenal dengan nama julukan “Paimo”.

Nama itu melekat dalam dirinya sejak menginjakkan kaki di bangku Institut Teknologi Bandung di Fakultas Seni Rupa dan Desain. “Gara-gara saya nggak bisa ngomong sebagaimana layaknya teman-teman yang lain, dengan aksen, logat, masih Jawa Timuran, saya dijuluki Paimo,” katanya, dalam percakapan melalui telepon, Jumat (2/7) lalu. Ouropa itu ia maksudkan sebagai pelesetan dari kata Eropa.

Ia akan memulai penjelajahannya dari Munich, Jerman, lalu menggenjot sepedanya melintasi Pegunungan Alpen, Pegunungan Karpatia (Carpatii Meridionali), Transylvania Alps, Pegunungan Balkan. Dari Jerman itu, ia akan melintasi negara-negara Austria, Slowakia, Hongaria, Romania, Bulgaria, Yunani, Turki. Ia menjadwalkan mengakhiri perjalanan di Roma, Italia, sebelum kembali pulang ke Indonesia. “Akan bertemu teman, pesepeda, yang memang berasal dari Roma,” ujarnya. Ia berharap, perjalanannya kali ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi pesepeda di Indonesia, khususnya di Bandung, untuk selalu meningkatkan kemampuan dan prestasinya dalam olahraga itu. Ia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya menceritakan kegiatan bersepeda berkembang pesat di Bandung. “Mereka mulai menempuh jarak jauh. Ada yang bersepeda menempuh jarak Bandung - Sumbawa, ada yang merancang perjalanan melintas Pulau Sumatera,” katanya. Dalam perjalanan kali ini, ia akan menghadapi kendala utama cuaca maupun udara dingin di daerah pegunungan-pegunungan di Eropa, serta kontur tanah dan elevasi lintasan yang naik-turun secara ekstrem. Namun, seperti katanya, sebagai seorang penjelajah, justru faktor hambatan semacam itulah yang harus disiasati dan diatasi, supaya kegiatan bisa terlaksana seperti yang diinginkan.

Ia memperkirakan jarak tempuh setiap hari untuk jalan kondisi baik sekitar 100 kilometer/hari, sedangkan untuk jalan yang kurang baik ia perkirakan 65 kilometer/ hari. Semua peralatan, termasuk kantong tidur ( sleeping bag ), peralatan masak sederhana, kamera, dan sebagainya, ia kemas rapi. “Beratnya sekitar 25 kilogram,” katanya.

Selain merogoh tabungannya, ia mendapatkan dukungan dari Eiger, produsen peralatan petualangan dari Bandung, juga dari produsen botol minum bagi petualang dari Swiss, maskapai penerbangan Thailand, serta beberapa donator. Bambang dilahirkan di Malang, 17 Maret 1958. Sambil menekuni ilmu desain grafis, ia yang pernah setahun kuliah di perkapalan Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, menggeluti kegiatan di alam terbuka, mulai dari mendaki gunung, pemanjatan tebing, namun sepeda lebih menarik hatinya.

Dengan bersepeda ia sudah menjelajah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, selain Pulau Jawa. Ia membuat berita ketika bersama Mamay Sumarna Salim, salah satu tokoh pemanjat tebing dari perhimpunan pemanjat tebing Skygers, bersepeda mendaki Mahameru, gunung tertinggi di Pulau Jawa (3.767 meter di atas permukaan air laut), 1987. Keduanya mencapai puncak pada 25 Mei 1987. Berbekal pengalaman itu, ia, masih bersama Mamay, bersepeda mendaki puncak Kilimanjaro, Uhuru Peak (5.869 meter di atas permukaan air laut) di Tanzania dan Mount Kenya di Kenya, Afrika. Pada tahun yang sama, keduanya melakukan perjalanan bersepeda ke kawasan Pegunungan Himalaya. Dan, pada 1993, ia menjelajah dengan sepedanya sebagian jalur Silk Road dan wilayah tenggara Gurun Gobi dalam kegiatan yang diberi nama The First International Tibetan Plateau Bicycle Rally.

Pada 1995, seorang diri ia bersepeda melintasi Benua Australia, menempuh jarak 4.371,9 dari Perth ke Sydney. Daftar kegiatannya terus bertambah sesudah itu. Dua tahun kemudian ia menjelajah dengan sepedanya seorang diri melintasi Singapura, Malaysia, Thailand, Laos, dan Vietnam (Trans South East Asia by Bike). Tentu, bukan hanya bersepeda. Pada tahun 2000 ia ikut dalam kegiatan pendakian gunung Mera peak - Khumbu Himal, di Nepal.

Bambang yang meraih gelar sarjana seni rupa pada 1986, sehari-hari dikenal sebagai perancang grafis, terutama aksesoris. Ia mengabadikan nama julukannya dalam barang-barang dagangannya, Le Paimos Collection. “Berdagangnya seperti pedagang asongan,” katanya, merendah. Di samping itu, ia dipercaya menjadi anggota tim ahli dan konsultan teknis Eiger.

Di ITB pula ia menemukan jodohnya, Christine, juga perancang grafis. Pasangan itu dikaruniai seorang putri, Sekar Kinanti (21 bulan). Ia memperkirakan perjalanannya kali ini akan memakan waktu satu setengah bulan. Christine hanya memberi syarat untuk “mengurus” ayam-ayam kesayangannya yang sedikitnya berjumlah 30 ekor. “Artinya, saya harus menjualnya. Soalnya tidak ada yang bisa mengurusi selama saya tinggal,” katanya, tertawa. (Suara Pembaruan)

bowo_spl7jkt
01-02-2009, 16:13
td nonton kick andy, yg ulangan, tp kelewatan bagian yang sepeda

blaqeangel
02-02-2009, 14:15
bisa dicontoh petulangannya oleh siapapun..namun sulit untuk bisa mencontoh konsistennya.. bravo Mr.Paimo...

berdua
02-02-2009, 14:36
Setidaknya bikin nambah semangat gowes kekantor,
jadi ngga ada apa2 nya dibanding mas Paimo..
apalgi "amunisinya" sederhana bgt..
Thanks sekali lagi inspirasinya Mas,

Sufi Okem
02-02-2009, 15:18
Dari acara kick Andy, istrinya bilang: "kita sama-sama dari Senirupa" mmm...sekolah mana lagi yang berani bilang senirupa... Kemaren waktu ke Bandung dan ketemu temen senirupa angkatan 86-87 an, ternyata Paimo memang anak Senirupa ITB, dan sejak dulu memang sudah terkenal kemana-mana selalu main sepeda.
Memang kalau kuliah di senirupa bolehlah "agak aneh" hihihi... hobby unik (dimasanya) ternyata diturunkan ke adik2 kelasnya, seperti ke Bismo dan Oom Spielmacher, cuman dengan style nya sendiri-sendiri.
Menurut teman saya, petualangan mas Paimo di sponsori oleh berbagai perusahaan termasuk koran "PR", walaupun disponsori mas Paimo cuman pakai Federal... sugan teh make specialized hehehe.
Tapi asli salut ah, salut juga ke istrinya yang tabah ditinggal suaminya.
Melihat dia daki gunung ke Kilimanjaro bawa sepeda.....widiihhhh jauh banget dengan petualangan saya yang cuma mampu ke Cihuni hill 1-2-3 itupun kalau gak TTB sudah bangga banget :D
Compare to Paimo we are just amateurs.....
(Kita? elu kali...gw nggak....kekekeke)

mahe
02-02-2009, 20:45
sayang, jumat n minggu kemarin nggak bisa nonton kick andy

herucute
02-02-2009, 21:00
om paimo ini apa yaah idnya di sepedaku.com..?

kia
04-02-2009, 20:50
woooow....

D14R
04-02-2009, 20:57
om..Paimo memang Biker Sejati :tu: dan membawa nama harum indonesia :flag:dikancah dunia & membawa angin segar bagi member sepedaku..:thx: om paimo

bimsky
04-02-2009, 23:10
orang2 seperi mas Paimo, mas Iwan sunter n om Devin patut kita jadikan teladan serta inspirasi, bagaimana mereka mencintai sepeda dg cara mereka masing2, membawa arti tersendiri bagi saya untuk meneladani semangat n totalitas mereka, cuma satu kata janganpernahberhentimencintaisepeda! :tu: :tu:

and_ra
04-02-2009, 23:15
- salam mas...paimo,..kita pernah ketemu & ngobrol di acara eiger feat B2W -sby,...ok go go adventure

antoix
04-02-2009, 23:19
Sudah sering dengar sekilas cerita2nya, namun tetap terbengong2 dan kagum waktu nonton Kick Andy kemarin...

Yulda Translibas
07-04-2009, 14:13
bisa dicontoh petulangannya oleh siapapun..namun sulit untuk bisa mencontoh konsistennya.. bravo Mr.Paimo...
Contoh yg patut ditiru oleh para biker.

dedhiek
07-04-2009, 14:19
kebetulan saya waktu itu juga liat.
dengerin kisahnya waktu nyepeda aja udah merinding...hehehe

sir sigit
07-04-2009, 14:27
saya sempat dengar langsung cerita dan video pas dia datang kesby.. wah seru ceritanya, juga banyak tips bagaimana long trip dengan dana minim

doc_G
09-04-2009, 16:43
ke seluruh dunia pake federal.....bener2 man over machine......otot kawat balung wesi, mental baja......