tedi
16-01-2009, 21:51
kasihan ya, si kancil dibilang nakal.
padahal, yg bukan kancil juga bisa nakal.
seperti saya, misalnya.
udah tahu pergi cuma sebentar dan tak ada waktu untuk main-main, kok lagi-lagi bawa sepeda, ke surabaya.
seperti yg lalu, sepeda dikayuh ke terminal bis damri.
masuk bagasi.
di soekarno-hatta ditenteng masuk. dililit plastik.
udah "smooth" sekarang.
kan udah kedua kali.....
nah, sampai bandara juanda:
sepeda lipat diambil dari ban berjalan,
dibawa ke tepi, duduk santai sambil menguliti plastik.
(oya, harusnya memang dijemput, tapi tadi dah sms, nggak perlu dijemput.)
udah jam enam sore, (proses menguliti, buka lipatan, dan memompa ban, perlu 20 menit, lama ya??)
pasang lampu depan dan belakang, keduanya kedip-kedip.
gerimis. tancaaap...
di jalan hujan makin deras.
ga masalah. berhenti dulu.
dari bandara ke penginapan, ada sensasi tersendiri.
modalnya (lagi-lagi) cuma gps 130rb yg ga ada petanya.
cuma titik yg sudah di "mark" sebelumnya.
belum lagi ini adalah medan baru, bukan medan sehari-hari, jadi sudah bersiap jika misalnya ban kejeblos dan terjungkal karena genangan air menutupi lubang, misalnya.
untungnya itu tak terjadi...
jarak lurus, kata pakde magellan, cuma 8km, tapi pake nyasar.... hii....
aaaaah...sampai juga... di plaza marina...lalu jalan bendul merisi
besok, sabtu dan minggu, kerja seharian, jadi kapan dong, jalan-jalan di kota surabaya?
tunggu deh, cerita selanjutnya
padahal, yg bukan kancil juga bisa nakal.
seperti saya, misalnya.
udah tahu pergi cuma sebentar dan tak ada waktu untuk main-main, kok lagi-lagi bawa sepeda, ke surabaya.
seperti yg lalu, sepeda dikayuh ke terminal bis damri.
masuk bagasi.
di soekarno-hatta ditenteng masuk. dililit plastik.
udah "smooth" sekarang.
kan udah kedua kali.....
nah, sampai bandara juanda:
sepeda lipat diambil dari ban berjalan,
dibawa ke tepi, duduk santai sambil menguliti plastik.
(oya, harusnya memang dijemput, tapi tadi dah sms, nggak perlu dijemput.)
udah jam enam sore, (proses menguliti, buka lipatan, dan memompa ban, perlu 20 menit, lama ya??)
pasang lampu depan dan belakang, keduanya kedip-kedip.
gerimis. tancaaap...
di jalan hujan makin deras.
ga masalah. berhenti dulu.
dari bandara ke penginapan, ada sensasi tersendiri.
modalnya (lagi-lagi) cuma gps 130rb yg ga ada petanya.
cuma titik yg sudah di "mark" sebelumnya.
belum lagi ini adalah medan baru, bukan medan sehari-hari, jadi sudah bersiap jika misalnya ban kejeblos dan terjungkal karena genangan air menutupi lubang, misalnya.
untungnya itu tak terjadi...
jarak lurus, kata pakde magellan, cuma 8km, tapi pake nyasar.... hii....
aaaaah...sampai juga... di plaza marina...lalu jalan bendul merisi
besok, sabtu dan minggu, kerja seharian, jadi kapan dong, jalan-jalan di kota surabaya?
tunggu deh, cerita selanjutnya