ikhrom
29-12-2008, 15:34
Selama ini kalangan komuneter bersepeda hanya berangkat dari kaum pekerja, hobby,
atau ex patriat. sedangkan dari pelajar maupun mahasiswa tidak terlalu banyak...
mungkin banyak hal yg menjadi keraguan mereka (pelajar dan mahasiswa red).
pada era tahun 80...
pelajar dan mahasiswa di kota kota besar seperti joga, solo, surabaya atau bandung masih menggunakan
sepeda untuk go to school or kampus atau tujuan lainnya yg akan mereka tempuh..dahulu alasannya adalah ekonomis
dan sehat disamping itu yg paling pokok adalah sepeda motor masih mahal dan menjadi barang mewah untuk mereka gunakan untuk berpergian.
sampai pada era tahun 90...
tradisi tersebut mulai pudar dan hilang di peredaran, hanya sebagian yg mempertahankan karena memang beralasan
dengan kultur dan menjadi komoditi atau daya tarik wisata seperti kota di jogja, yg menjadikannya menjadi kota pelajar.
hmm..di tahun 2000
hampir di seluruh kota2 besar sdh tdk ada lagi mahasiswa atau pelajar yg menuju ke sekolah atau kampus menggunakan
sepeda bahkan di jogja sekalipun, apakah ini merupakan kemunduran ataukah pertumbuhan ekonomi dan perkembangan jaman yg memaksa mereka menggunakan kendaraan bermotor.
beberapa bulan yg lalu bertempat di bali, seluruh negara menetapkan indonesia sebagai paru paru dunia untuk menghambat proses pemanasan global...
sayang pemerintah kita menanggapinya hanya sesaat dan tdk di carikan solusi atau potensi yg sangat tepat sasaran.
gas emisi yg di data dari masing2 kota besar di indonesia belum menunjukan angka penurunan yg di harapkan
sepertinya masih ada pelanggaran atau pencemaran oleh industri atau konstruksi yg masih membuang limbah atau gas rumah kaca.
Ternyata mahasiswa atau pelajar yg ingin menggunakan sepeda utk bike to school atau kampus kalau di tanya
jujur mereka juga ingin seperti kita (pekerja) yg melihat selalu bike to work dan kumpul2 dng teman, tdk hanya itu usia seperti mereka masih berpotensi utk di latih dan dijadikan aset utk menjadi atlet bersepeda sebagai generasi penerus
yg akan membawa harum nama bangsa
tapi.....yg paling utama adalah mereka
menemukan kendala diantaranya :
> mereka kurang informasi sehingga tdk mengetahui temannya yg sesama pelajar atau mahasiswa utk bisa bike to school atau kampus.(tdk ada milis atau web sitenya)
> tdk ada regenerasi dari kita untuk membentuk kaum bike to campus atau school
> bersepeda masih dianggap hal cupu karena melihat motor lebih ngetrend dan mahal di banding sepeda (padahal banyak juga sepeda yg mengalahkan harga motor) dampak kurangnya informasi.
> kurangnya sosialisai ke school atau kampus tentang global warning dari pemerintah dan mengajak mereka utk bersepeda
(kalau yg menganjurkan pelajar bersepeda adalah pemerintah mngkn ada respectnya kali ya..)
Kalau dari kita, apa yg harus kita lakukan kpd mereka ?
Kalau ternyata sepeda itu membuat sehat dan peduli lingkungan
atau ex patriat. sedangkan dari pelajar maupun mahasiswa tidak terlalu banyak...
mungkin banyak hal yg menjadi keraguan mereka (pelajar dan mahasiswa red).
pada era tahun 80...
pelajar dan mahasiswa di kota kota besar seperti joga, solo, surabaya atau bandung masih menggunakan
sepeda untuk go to school or kampus atau tujuan lainnya yg akan mereka tempuh..dahulu alasannya adalah ekonomis
dan sehat disamping itu yg paling pokok adalah sepeda motor masih mahal dan menjadi barang mewah untuk mereka gunakan untuk berpergian.
sampai pada era tahun 90...
tradisi tersebut mulai pudar dan hilang di peredaran, hanya sebagian yg mempertahankan karena memang beralasan
dengan kultur dan menjadi komoditi atau daya tarik wisata seperti kota di jogja, yg menjadikannya menjadi kota pelajar.
hmm..di tahun 2000
hampir di seluruh kota2 besar sdh tdk ada lagi mahasiswa atau pelajar yg menuju ke sekolah atau kampus menggunakan
sepeda bahkan di jogja sekalipun, apakah ini merupakan kemunduran ataukah pertumbuhan ekonomi dan perkembangan jaman yg memaksa mereka menggunakan kendaraan bermotor.
beberapa bulan yg lalu bertempat di bali, seluruh negara menetapkan indonesia sebagai paru paru dunia untuk menghambat proses pemanasan global...
sayang pemerintah kita menanggapinya hanya sesaat dan tdk di carikan solusi atau potensi yg sangat tepat sasaran.
gas emisi yg di data dari masing2 kota besar di indonesia belum menunjukan angka penurunan yg di harapkan
sepertinya masih ada pelanggaran atau pencemaran oleh industri atau konstruksi yg masih membuang limbah atau gas rumah kaca.
Ternyata mahasiswa atau pelajar yg ingin menggunakan sepeda utk bike to school atau kampus kalau di tanya
jujur mereka juga ingin seperti kita (pekerja) yg melihat selalu bike to work dan kumpul2 dng teman, tdk hanya itu usia seperti mereka masih berpotensi utk di latih dan dijadikan aset utk menjadi atlet bersepeda sebagai generasi penerus
yg akan membawa harum nama bangsa
tapi.....yg paling utama adalah mereka
menemukan kendala diantaranya :
> mereka kurang informasi sehingga tdk mengetahui temannya yg sesama pelajar atau mahasiswa utk bisa bike to school atau kampus.(tdk ada milis atau web sitenya)
> tdk ada regenerasi dari kita untuk membentuk kaum bike to campus atau school
> bersepeda masih dianggap hal cupu karena melihat motor lebih ngetrend dan mahal di banding sepeda (padahal banyak juga sepeda yg mengalahkan harga motor) dampak kurangnya informasi.
> kurangnya sosialisai ke school atau kampus tentang global warning dari pemerintah dan mengajak mereka utk bersepeda
(kalau yg menganjurkan pelajar bersepeda adalah pemerintah mngkn ada respectnya kali ya..)
Kalau dari kita, apa yg harus kita lakukan kpd mereka ?
Kalau ternyata sepeda itu membuat sehat dan peduli lingkungan